Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Berdamai dengan perasaan

“cinta tak pernah salah karena cinta itu fitrah, jika suatu saat kau merasakan sakit begitu dalam saat jatuh cinta coba kau perhatikan kembali, mungkin saja kau jatuh cinta pada orang yang salah” Sejujurnya untuk menulis tema ini aku mikir sangat keras, beberapa kali menulis lalu menghapus lagi, menulis lagi dan menghapus lagi, bingung ingin menulis apa, bukan karena kurang materi tapi karena temanya sensitif  nan ambigu, yang kita akan bahas adalah sesuatu yang tidak terlihat tapi efeknya sangat terasa, yang bisa membuat seseorang tersenyum seharian dan bahkan sebaliknya, menangis seharian, tidak abstrak jadi aku kurang suka. Tapi tidak ada salahnya kan kita coba ? sekali-kali tidak lebih. Jadi sebelum melanjutkan aku ingin tegaskan, tulisan ini murni tidak untuk mengenang siapapun, tidak untuk memojokkan siapapun, hanya sebuah curhatan dan mungkin nasihat bagi yang bisa memetik hikmah. Semoga saja yang baca para kaum open-minded yang sangat minoritas di negara kita. ...

My Precious Odyssey

Gambar
  “Jangan pernah bandingkan kemampuanmu dengan orang lain, karena kita semua memulai dari awal yang berbeda-beda” Begitulah kalimat sambutan yang selalu aku ingat sampai hari terakhirku di tempat yang penuh dengan kehangatan ini.  Aku ingat sekali 1 bulan yang lalu, ketika aku memutuskan untuk datang ke Pare, kalau ditanya, “ingin mengisi waktu luang” jawabku. Tapi ini memang benar, 60% dari alasanku adalah aku tak ingin hanya bangun untuk tidur lagi dan mandi untuk bertemu kasur lagi di Jogja karena kegiatan belajar dan diajar sudah selesai. Entah sejak kapan belajar menjadi teman dekatku setelah aku beberapa kali menolak belajar yang mengajakku berdamai. Lalu, 40%   alasan yang tersisa adalah ingin belajar IELTS ( jangan tanya buat apa ), waktu sewa kos-an sudah habis, dan ingin mencari tempat baru dan bertemu orang baru. Dengan alasan yang tidak terlalu kuat itu aku jadi cukup ringan melakukan pengembaraan mencari kitab suci ini. ( mencari ilmu maksud...

Surat Terbuka

E-surat terbuka ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin saya ucapkan banyak terimakasih kepadanya.  Terimakasih telah membuat waktu 2 bulan ini menjadi sangat singkat.  Terimaksih karena telah membuat waktu yang berat ini terasa sangat ringan Dan terimakasih sudah menjadi kepingan kehidupan yang begitu sangat berwarna.  Terimakasih sebanyak-banyaknya.  Mohon maaf jika selama 2 bulan ini,  mungkin saya pernah menyinggung atau menyakiti perasaan rekan-rekan semua,  jika benar terjadi saya bisa yakini bahwa hal tersebut tidak sengaja saya lakukan ( sebenarnya ini mo nulis surat apa pidato?  W juga bingung )  Masih teringat di awal PKPA,  kekhawatiran yang begitu mendalam kalau-kalau saja selama PKPA kita akan di cuekin, di tindas ( ini alay sumpah ), diabaikan.  Tapi alhamdulillah,  sampai 2 bulan berlalu.  Hal itu sama sekali tidak terjadi.  Terimaksih telah menyambut dan melepaskan kami dengan hangat ( meski musi...