Postingan

My Life lesson

Hallo Assalamualikum guys Sesuai dengan janji aku di salah satu post di instagram, aku bakal cerita perjuangan nyari pengrajin tas rotan yang pas banget sama mood dan pribadi aku nih. Yuk dibaca sampe akhir, semoga bisa dapat pelajaran dari kisah aku ya.  Jadi kisah ini berawal dari salah seorang temen aku nginap dirumah setelah lebaran tahun lalu. Nah kebetulan banget temen aku ini berasal dari desa kerajinan rotan di Lombok, namanya desa beleka. Fyi nih guys, di Lombok itu beberapa desa emang punya keunikan masing-masing gitu, kayak penghasil kain tenun, kerajinan rotan, gerabah dan mutiara, jadi kalau masuk desa yang bersangkutan bakal ada tulisan “selamat datang di desa blaa blaa pusat kerajinan blaa blaa ”. Akhirya temanku ini balik ke rumahnya setelah nginap beberapa hari dan aku yang anterin, dan itu kali pertama aku masuk ke desa Beleka  karena emang jaraknya lumayanlah dari rumah aku.  Qodarullah dong, temanku ini punya bibi (bukan bibi pembantu ...

Lalu Apa ?

Subuh ini keinginanku untuk menulis datang kembali setelah menerima pertanyaan dari seorang teman yang baru pagi ini aku baca, tepat setelah shalat subuh pikiranku terpaksa kembali mengingat hidupku satu tahun yang lalu sekitar bulan November-Desember 2017, waktu itu aku masih di Jogja berstatus mahasiswa.  Dulu aku sering merenung di tengah hecticnya kehidupan perkuliahan profesi, kalau saja waktu itu hanya sibuk kuliah mungkin semuanya akan baik-baik saja, tapi tahun 2017 itu juga penuh dengan penjatuhan mental dan kepercayaan diri buat aku dan mungkin juga buat teman-temanku. You know after graduated from university A, I got my bachelor degree and then continue my study to university B, so much pleasure awalnya karena bisa kuliah profesi apoteker meskipun di kampus yang berbeda dan harus kembali beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orangnya.  Awal masuk kuliah profesi aku stress, sering nangis di kamar sendirian, aku buka-bukaan aja soal ini biar teman-teman tau ...

Berdamai dengan perasaan

“cinta tak pernah salah karena cinta itu fitrah, jika suatu saat kau merasakan sakit begitu dalam saat jatuh cinta coba kau perhatikan kembali, mungkin saja kau jatuh cinta pada orang yang salah” Sejujurnya untuk menulis tema ini aku mikir sangat keras, beberapa kali menulis lalu menghapus lagi, menulis lagi dan menghapus lagi, bingung ingin menulis apa, bukan karena kurang materi tapi karena temanya sensitif  nan ambigu, yang kita akan bahas adalah sesuatu yang tidak terlihat tapi efeknya sangat terasa, yang bisa membuat seseorang tersenyum seharian dan bahkan sebaliknya, menangis seharian, tidak abstrak jadi aku kurang suka. Tapi tidak ada salahnya kan kita coba ? sekali-kali tidak lebih. Jadi sebelum melanjutkan aku ingin tegaskan, tulisan ini murni tidak untuk mengenang siapapun, tidak untuk memojokkan siapapun, hanya sebuah curhatan dan mungkin nasihat bagi yang bisa memetik hikmah. Semoga saja yang baca para kaum open-minded yang sangat minoritas di negara kita. ...

My Precious Odyssey

Gambar
  “Jangan pernah bandingkan kemampuanmu dengan orang lain, karena kita semua memulai dari awal yang berbeda-beda” Begitulah kalimat sambutan yang selalu aku ingat sampai hari terakhirku di tempat yang penuh dengan kehangatan ini.  Aku ingat sekali 1 bulan yang lalu, ketika aku memutuskan untuk datang ke Pare, kalau ditanya, “ingin mengisi waktu luang” jawabku. Tapi ini memang benar, 60% dari alasanku adalah aku tak ingin hanya bangun untuk tidur lagi dan mandi untuk bertemu kasur lagi di Jogja karena kegiatan belajar dan diajar sudah selesai. Entah sejak kapan belajar menjadi teman dekatku setelah aku beberapa kali menolak belajar yang mengajakku berdamai. Lalu, 40%   alasan yang tersisa adalah ingin belajar IELTS ( jangan tanya buat apa ), waktu sewa kos-an sudah habis, dan ingin mencari tempat baru dan bertemu orang baru. Dengan alasan yang tidak terlalu kuat itu aku jadi cukup ringan melakukan pengembaraan mencari kitab suci ini. ( mencari ilmu maksud...

Surat Terbuka

E-surat terbuka ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin saya ucapkan banyak terimakasih kepadanya.  Terimakasih telah membuat waktu 2 bulan ini menjadi sangat singkat.  Terimaksih karena telah membuat waktu yang berat ini terasa sangat ringan Dan terimakasih sudah menjadi kepingan kehidupan yang begitu sangat berwarna.  Terimakasih sebanyak-banyaknya.  Mohon maaf jika selama 2 bulan ini,  mungkin saya pernah menyinggung atau menyakiti perasaan rekan-rekan semua,  jika benar terjadi saya bisa yakini bahwa hal tersebut tidak sengaja saya lakukan ( sebenarnya ini mo nulis surat apa pidato?  W juga bingung )  Masih teringat di awal PKPA,  kekhawatiran yang begitu mendalam kalau-kalau saja selama PKPA kita akan di cuekin, di tindas ( ini alay sumpah ), diabaikan.  Tapi alhamdulillah,  sampai 2 bulan berlalu.  Hal itu sama sekali tidak terjadi.  Terimaksih telah menyambut dan melepaskan kami dengan hangat ( meski musi...

Update-addicted

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuhu Teman-temanku yang dirahmati Allah SWT.             Today let me tell you a story about something that happened to me, may be teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama juga bahkan mungkin sudah move on dari hal tersebut. Semoga saja ..             Yap, kita sebut saja virus “update-addicted”, sejenis virus yang sempat masuk kedalam tubuh gue, membuat sel-selnya sendiri dengan menyisipkan rantai tunggal RNA nya yang kemudian menyatu membentuk DNA double helix dengan milik manusia, membentuk satu kesatuan, berreplikasi dan bersarang dalam tubuh ( gue ngomong apa sih )              Dulu berawal dari facebook, transisi dari zaman remaja-alay-dewasa. Foto-foto jadul banyak gue upload, dari mulai foto selfie dikamar dengan kamera laptop, diedit dengan beragam frame-frame...