My Life lesson
Hallo Assalamualikum
guys
Sesuai dengan janji aku
di salah satu post di instagram, aku bakal cerita perjuangan nyari pengrajin
tas rotan yang pas banget sama mood dan pribadi aku nih. Yuk dibaca sampe
akhir, semoga bisa dapat pelajaran dari kisah aku ya.
Jadi kisah ini berawal
dari salah seorang temen aku nginap dirumah setelah lebaran tahun lalu. Nah kebetulan
banget temen aku ini berasal dari desa kerajinan rotan di Lombok, namanya desa
beleka. Fyi nih guys, di Lombok itu beberapa desa emang punya keunikan
masing-masing gitu, kayak penghasil kain tenun, kerajinan rotan, gerabah dan
mutiara, jadi kalau masuk desa yang bersangkutan bakal ada tulisan “selamat
datang di desa blaa blaa pusat
kerajinan blaa blaa”. Akhirya temanku
ini balik ke rumahnya setelah nginap beberapa hari dan aku yang anterin, dan
itu kali pertama aku masuk ke desa Beleka karena emang jaraknya lumayanlah
dari rumah aku.
Qodarullah dong,
temanku ini punya bibi (bukan bibi pembantu ya, tapi tante gitulah) yang
rumahnya itu bersebrangan sama rumah dia, ternyata bibinya itu salah satu orang
yang punya artshop tas rotan, sejenis gudang besar dimana banyak pengrajin yang
kerja buat dia. Iseng-isenglah mampir kesana dan aku bikin story instagram. Trus
banyak yang ngereply story aku dan saat itu langsung timbullah niat buat open
PO tas rotan ini, kebetulan 2 minggu lagi balik ke Jogja.
Setelah balik ke Jogja,
aku udah ga terusin lagi karena emang mendekati UKAI juga waktu itu, lalu tetap
ga aku terusin karena setelah UKAI aku langsung ke Pare sampai Sumpah Apoteker
lalu ke pare lagi sampai akhirnya aku balik ke
Lombok, permanently insyaallah kalau jodohnya orang lombok. Kalau ga
orang Lombok? “Ya tinggal di Lombok – My mom, 2019” .
Bulan Februari 2019,
aku masih jadi anak pengangguran, menunggu SK PNS yang tak kunjung keluar, tapi
aku seneng. Why? karena bisa libur sepanjang hari dan ndak kena marah, karena
semi pengangguran gitu.
“Mumpung lagi di Lombok
kenapa ga dilanjutin aja usaha yang kemarin ya” fikirku saat itu, lumayan buat
nambah uang jajan, apalagi ga ada income karena belum bekerja tapi kalau kumpul
bareng temen-temen selalu di mall, gaya kali emang, udah ga punya duit, maksa kumpul
di mall. Semoga besok-besok kumpulnya di pengajian ya, trus pengajiannya itu di
masjid mall. Allahuakbar!!
Setelah berfikir ga
terlalu keras, karena aku anaknya spontan dan pengen cepet-cepat,punya otak
tapi jarang dipakai mikir lama, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan
jualan tas rotan ini sampai SK aku keluar (Simple
banget kan otak aku?), lalu aku mulai kontak lagi bibinya temanku dan
memulai semua ini.
Setelah baru seminggu
berjalan nih, yang namanya orang berbisnis ya pasti pengen mengexplore gudang
gudang yang lain kan, akupun gitu, aku akhirnya mengexplore gudang-gudang yang
lain bahkan sempat memesan barang dari salah satu gudang. Ketika aku sampai di
sana, udah siap nih mau ambilin barang customer dengan bahagianya karena emang
dikasi lebih murah dari gudang sebelumnya, jeng jeeng ! pulang-pulang aku Cuma bisa
kecewa. Kenapa? Kan lebih murah? Iya memang tapi barangnya menurut aku ga
difinishing, tidak disortir dengan baik. Terus pesanan aku ga di siapkan. Itu tu
rasanya yaa, masyaallaaaah moodku hilang ditelan bumi, mana aku udah terlanjur
pesan lagi, mau ga mau harus diambil kan? Terus barangnya aku apain? Aku diamin
di rumah! Ga aku kasi ke customer, I decided to go to the first warehouse than
take my customer order there. Rugi nda? Ya jelas, bukan rugi uangnya yang jadi
permasalahan tapi rugi lelahnya, perasaannya, apalagi manusia paling ga suka
kecewa kan? Tapi gappa, aku mikir waktu itu gappalah rugi daripada harus
mengecewakan orang lain. Aku berfikir di bawah rintikan hujan deras di siang
itu, jadilah kisahku drama korea, syukur ndak ada abang cilok lewat nyetel lagu
india ya. Hmmmm
Oke well guys, sebenarnya
masih banyak cerita jatuh bangun aku yang sempat nyari supplier buat
menjalankan online shop pertama aku ini. tapi terlepas dari jatuh bangun itu,
aku banyaaak banget belajar, entah itu melalui teman-teman yang lebih
berpengalaman, atau dari hidup ini sendiri, pelajaran hidupnya banyak banget.
Aku baru melek
kehidupan orang-orang di desa, khususnya di desa kerjainan rotan itu. Kayak di
setiap teras rumah itu ada aja ibu-ibu yang menganyam tas rotan atau furniture
lainnya dari bahan rotan itu sendiri, pakai tangan, bold nih sekali lagi pakai tangan. Makanya aku ngerasa ada
bahagianya bisa jadi salah satu tangan pemasaran mereka, terlepas dari mereka
juga kurang paham gimana ilmu pemasaran dan cara pakai hape android, tapi
kenapa orang-orang di luar seenaknya saja banting harga sejatuh-jatuhnya hasil
karya mereka. Aku ga denger sekali dua kali curhatan mereka ni guys, setiap
kali aku kesana, sambil nunggu finishing orderan aku sering ngajakin ngobrol,
bahkan jadi curhat panjang lebar masalah pasar yang ga menguntungkan mereka
tapi tetap harus mereka jalanin karena satu-satunya mata pencaharian.
Tapi ada beberapa
customer yang kadang emang mikir ! dikasi harga segini bisa langsung deal,
katanya itu dibuat pakai tangan, dan effortnya jauh lebih besar. Lebih jelasnya
mereka menghargai produk buatan tangan manusia. Aku berterimaksih banget sama orang-orang yang paham harga dari
keringat orang lain. So thank you.
Jadi kemana-mana
ceritanya, kesimpulannya aku balik lagi ke gudang yang pertama, gudang bibinya temanku,
terlepas dari dia kerabatnya temanku, tapi setelah melakukan komparasi dengan
tempat lain, tempat ini yang menurutku merawat dengan apik produknya, setelah
finisihing mereka cek berkali-kali, kalau udah yakin baru dibungkus. Dan yang
paling penting aku paling banyak belajar di sini, bibinya baik sekali. Suka cerita,
jadi aku juga nyaman dan seneng.
P.S : insyaallah aku bakal lanjutin terus jualannya meski SK udah keluar sekalipun, karena ketika ditekuni asyik juga ternyata, hihihi
P.S : insyaallah aku bakal lanjutin terus jualannya meski SK udah keluar sekalipun, karena ketika ditekuni asyik juga ternyata, hihihi
Sekian cerita aku guys,
semoga bermanfaat !
buat kalian yang mungkin mau ngasi saran dan masukan buat aku yang newbie ini, dipersilahkan banget, aku membuka pintu hati dan pikiran yang selebar-lebarnya untuk kalian yang baik hati.
buat kalian yang mungkin mau ngasi saran dan masukan buat aku yang newbie ini, dipersilahkan banget, aku membuka pintu hati dan pikiran yang selebar-lebarnya untuk kalian yang baik hati.
So the last but not least, Intinya, jangan tergiur
barang yang lebih murah kayak aku, sampai kalian bener-bener lihat kualitasnya.
Daaan, hargailah produk
lokal apalagi buatan tangan. :)
oh iya follow dulu dong di instargam @sasaknese.rattan
oh iya follow dulu dong di instargam @sasaknese.rattan
CMIIW :)
Komentar
Posting Komentar