Berdamai dengan perasaan
“cinta
tak pernah salah karena cinta itu fitrah, jika suatu saat kau merasakan sakit
begitu
dalam saat jatuh cinta coba kau perhatikan kembali, mungkin saja kau jatuh
cinta pada orang yang salah”
Sejujurnya
untuk menulis tema ini aku mikir sangat keras, beberapa kali menulis lalu
menghapus lagi, menulis lagi dan menghapus lagi, bingung ingin menulis apa,
bukan karena kurang materi tapi karena temanya sensitif nan ambigu, yang kita akan bahas adalah
sesuatu yang tidak terlihat tapi efeknya sangat terasa, yang bisa membuat
seseorang tersenyum seharian dan bahkan sebaliknya, menangis seharian, tidak
abstrak jadi aku kurang suka. Tapi tidak ada salahnya kan kita coba ?
sekali-kali tidak lebih.
Jadi
sebelum melanjutkan aku ingin tegaskan, tulisan ini murni tidak untuk mengenang
siapapun, tidak untuk memojokkan siapapun, hanya sebuah curhatan dan mungkin
nasihat bagi yang bisa memetik hikmah. Semoga saja yang baca para kaum
open-minded yang sangat minoritas di negara kita.
Honestly, Aku rasa
belum layak menulis ini, karena aku adalah salah satu kaum pengecut penuh
gengsi, yang pernah saling jatuh cinta denganku pasti tau *eh. Mungkin karena
aku wanita dan sebagian besar wanita percaya bahwa mereka harus dicari bukan
mencari jadi mereka cenderung tidak jujur dengan perasaanya, apalagi kalau suka
duluan, mereka cenderung denial, mencoba mengabaikan apa yang mereka
rasa, berusaha menutupinya serapat mungkin.
Kebanyakan
orang yang mengabaikan cinta itu biasanya menjadikan pengalaman sebagai guru
terbaik mereka, mungkin saja dulu mereka pernah menyukai seseorang dengan
segenap hati dan perasaannya tapi dikecewakan yang berefek pada “malas” untuk
memulai hal yang sama, memberikan kepercayaan lagipun tak mau, jadi berujunglah
mereka pada kejombloan yang hakiki.
Terlepas
dari efek jera itu, aku sangat berterimaksih kepada orang-orang yang dulu
pernah membuat aku kecewa (sebenarnya saling mengecewakan sih), aku
tumbuh dari pengalaman pahit itu dan berusaha mencintai diriku sendiri lebih
dari siapapun, and I did it. Ternyata belajar dari kekecewaan itu memberi
dampak lebih positif dari yang kita bayangkan, karena itu aku selalu bilang
pada teman-temanku yang menjalani toxic relationship untuk disudahi
saja, mereka sangat berharga untuk diatur dan diperintah oleh seseorang yang
bahkan mungkin bukan jodohnya, apalagi di masa-masa muda ini, masa 20an tahun kita
yang berharga, seharusnya kita sudah bisa
keliling dunia dengan mimpi kita tapi malah main hanya depan rumah, kan
sia-sia.
Kembali
lagi, pada dasarnya cinta itu fitrah. Tidak ada salahnya kita jatuh cinta, tapi
ya itu bagaimana caranya kita harus mengatur perasaan kita untuk jangan
berlebihan, memang hati itu adalah satu-satunya organ yang berani membantah
pada Tuannya, kadang disuruh move on tetap ga mau, disuruh jangan jatuh terlalu
cepat tetap aja jatuhnya cepat. Bandel memang. Makanya kalau masih punya hati
sangatlah wajar kalau kita susah mengikuti logika berfikir kita, memang
dasarnya susah diatur hatinya. Hanya orang-orang yang kuat dan tahan banting
yang mampu, itupun mampunya hanya tidak menunjukkan apa yang dia rasa, bukan
mampu memberhentikan rasa itu semau mereka.
Sebenarnya
ada beberapa hal yang bisa kita lakuin agar tidak mudah jatuh cinta, ini
menurut pengalamanku dan cerita dari pengalaman teman-teman dekatku yang
dirangkum dan dikupas secara tajam, setajam silet. Oke, let me try to describe
it! Semoga berguna
Jangan
curhat sama temen yang baperan
Well,
salah tempat curhat juga bakal jadi faktor yang sangat mempengaruhi
keberlangsungan perasaan kita sama si do’i yang belum pasti. You know, setiap
orang kalau jatuh cinta , apalagi cewek at least punya 1 temen curhat (tips
bagi cowok, kalau mau tau do’i suka sama siapa, tanya aja temen deketnya). Nah
buat cewek ni harus selektif milih teman curhat, contohnya kayak gini :
A : kamu tau gak, aku suka sama si A, soalnya dia baik, bla bla bla..... aku juga ngerasa dia suka aku deh, soalnya dia tu baik banget sama aku, perhatian juga , selalu nyapa aku (padahal itu cowok ngelakuin hal yang sama ke semua cewek), menurutmu gimana?
B : hmmm,,, kayaknya iya deh kalau dari cerita kamu dia juga suka sama kamu.
Nah, tipe temen curhat kayak gitu seharusnya dihindari banget, why? Karena setelah denger statmentnya si B, perasaan si A bakal melambung tinggi ke udara, dia semakin percaya kalau cowok yang dia suka juga suka dia, padahal ya cowoknya emang baik ke semua orang. (jauhkanlah hamba dari cowok kayak gini ya Allah)
A : kamu tau gak, aku suka sama si A, soalnya dia baik, bla bla bla..... aku juga ngerasa dia suka aku deh, soalnya dia tu baik banget sama aku, perhatian juga , selalu nyapa aku (padahal itu cowok ngelakuin hal yang sama ke semua cewek), menurutmu gimana?
B : hmmm,,, kayaknya iya deh kalau dari cerita kamu dia juga suka sama kamu.
Nah, tipe temen curhat kayak gitu seharusnya dihindari banget, why? Karena setelah denger statmentnya si B, perasaan si A bakal melambung tinggi ke udara, dia semakin percaya kalau cowok yang dia suka juga suka dia, padahal ya cowoknya emang baik ke semua orang. (jauhkanlah hamba dari cowok kayak gini ya Allah)
Sebagian
temenku kalau curhat sama aku kayak gitu aku cenderung ngasarin, lebih negasin
ke dia kalau cowoknya belum bilang suka jangan melayang dulu, karena pada
hakikatnya manusia itu suka mempercayai apa yang dia sukai. Dia suka
kalau orang yang dia suka itu suka dia , jadi dia percaya itu. So, kita
juga sebagai teman curhat harus ngejaga teman kita, dan jangan mudah percaya
omongan orang yang lagi jatuh cinta, sering halu kadang wkwkwkw.
Tanamkan
fikiran kalau orang yang kita suka itu baik ke semua orang
Ini salah
satu yang cukup ampuh buat bentengin diri, karena aku juga beberapa kali gagal
jatuh hati karena mikir kaya gini, meskipun pada kenyataannya si do’i
memperlakukan kita lebih special, tapi tetap percaya statement di atas, bodo
amat ! malas menggantungkan perasaan pada manusia lagi, kecuali dia datang
langsung ke rumah, ngomong baik-baik sama orang tua kalau do’i suka sama
anaknya dan mau dinikahin (kan halu lagi)
Jangan
terlalu manjakan hati
We all
know kalau hati itu bandel, tapi jangan kita manjakan, jangan terlalu diikutin,
kita perlu mengabaikannya sekali dua kali dan mengikuti logika otak kita, biar
kita tahu mana realita dan mana angan-angan. Jangan biarkan angan kita
melambung tinggi tapi ujung-ujungnya jatuh. Mending sakit di awal, jatuhnya ga
terlalu tinggi daripada jatuh di akhirkan ?. so, start from now kalau kita udah
geli banget pengen ngechat duluan diistigfarkan aja, kadang setan sukanya
nawarin yang bikin seneng, jangan pakai alasan “ikuti kata hatimu”, ini
bukan tempatnya.
Meskipun
ga ngejalanin 3 hal itu sepenuhnya, seenggaknya kita bisa berbagi guys biar ga
jadi budak cinta which mean tidak menjadikan cinta sebagai hal yang
diagung-agungkan. S
Aku juga
sering heran sih, kenapa di zaman sekarang yang di bully malah yang jomblo ya,
padahal orang-orang jomblo itu hanya menolak ketidakkerenan *tsah, maksudnya
kalau dari sudut pandangku mereka berani hidup dengan mencintai dirinya
sendiri, meski ga semuanya kayak gitu. Tapi kembali lagi, orang-orang itu “keren”
dengan cara dia masing-masing. Mau jomblo atau nggak tergantung kepribadiannya
dan pola berfikir.
Dan along
this beautiful life I’ve experience so many thing by my self. Jujur aja aku
akuin ngapa-ngapain sendiri itu punya “Pride” tersendiri dalam benak
aku. Semua itu terasa setelah aku terbiasa kemana-mana sendiri, nongkrong
sendiri, main sendiri, makan sendiri, ngemper sendiri, seenggaknya nanti dimasa yang
akan datang, kalau di hadapi dengan kesendirian udah ga kaget lagi. Dan nilai
dari kesendirian itu ga akan aku dapat kalau aku in special relation sama
orang, karena aku kenal banget diriku sendiri kalau punya pasangan tu kayak
gimana. Jadi masa-masa ini terasa seperti masa keemasan yang hakiki. I’m in my
20s and I feel free and comfort with it. (sampe adek gw takut kakaknya
ga nikah wkwkwkw) . entah sampai
kapan semua ini akan berlangsung, kita lihat aja nanti. Dan menurutku juga di
umur kita yang segini udah bukan saatnya untuk bertaruh dengan ketidakpastian,
semakin tua kita cenderung simple. Kalau orang yang kita suka nggak suka kita
yaudah, kalau suka ya bagus wkwkwkwk.
Akhirnya
malam semakin larut, bahkan sudah pagi hitungannya. Saatnya mencoba tidur,
memaksakan mata yang susah terpejam karena efek kopi. Aku ga nyangka tulisanku
serandom ini, ga tau malah ngalor ngidul karena emang ga berbakat bahas kayak
beginian. Saat nulis ini emang aku ga naruh hati di dalamnya, jadi hanya seadanya
saja. Tapi sebelum aku tutup aku mau agar kita saling mengingatkan terus satu
sama lain, da aku juga gitu. Mungkin aku yang memulai mengingatkan dulu ya
heheh
aku tau cinta itu fitrah, tapi jangan jadikan cinta sebagai alasan kita menjadi orang yang lebih buruk, menjadikan kita jauh dari diri kita yang dicintai semua orang. Kalau sudah terlanjur cinta dan susah melepas, jangan pernah lupakan orang tua dan teman-teman dekat, karena kadang manusia kalau lagi jatuh cinta sering lupa diri, apalagi orang lain dilupain total. Jangan sampai kecintaan kita sama seseorang melampaui cinta terhadap Yang maha pemberi cinta itu, jangan sampai memperlakukan orang lain lebih spesial daripada orang tua kita sendiri, yang saat ini sedang mengalami itu coba evaluasi diri lagi, sudah benarkah kita menaruh cinta pada orang yang tepat ?
aku tau cinta itu fitrah, tapi jangan jadikan cinta sebagai alasan kita menjadi orang yang lebih buruk, menjadikan kita jauh dari diri kita yang dicintai semua orang. Kalau sudah terlanjur cinta dan susah melepas, jangan pernah lupakan orang tua dan teman-teman dekat, karena kadang manusia kalau lagi jatuh cinta sering lupa diri, apalagi orang lain dilupain total. Jangan sampai kecintaan kita sama seseorang melampaui cinta terhadap Yang maha pemberi cinta itu, jangan sampai memperlakukan orang lain lebih spesial daripada orang tua kita sendiri, yang saat ini sedang mengalami itu coba evaluasi diri lagi, sudah benarkah kita menaruh cinta pada orang yang tepat ?
CMIIW. :)
Komentar
Posting Komentar